Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ dalam sistem kemih (seperti kandung kemih atau uretra) mengalami infeksi akibat perkembangbiakan bakteri (umumnya *Escherichia coli*). ISK lebih sering terjadi pada wanita karena saluran uretra wanita lebih pendek.
**Gejala Utama...
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah kondisi ketika organ dalam sistem kemih (seperti kandung kemih atau uretra) mengalami infeksi akibat perkembangbiakan bakteri (umumnya *Escherichia coli*). ISK lebih sering terjadi pada wanita karena saluran uretra wanita lebih pendek.
**Gejala Utama ISK:**
- Rasa perih atau terbakar saat buang air kecil (anyang-anyangan).
- Sering buang air kecil namun urin keluar sedikit-sedikit.
- Warna urin keruh, pekat, atau berdarah.
- Nyeri pada perut bagian bawah atau pinggang.
**Langkah Pencegahan ISK:**
1. Minum air putih yang cukup (minimal 2 liter sehari).
2. Jangan menahan buang air kecil.
3. Cara membasuh organ intim yang benar dari arah **depan ke belakang** setelah buang air kecil/besar.
4. Menjaga kebersihan area kewanitaan dan menggunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat.
Batuk Efektif adalah metode batuk terstruktur yang dirancang medis untuk membantu pasien mengeluarkan dahak/lendir kental di saluran pernapasan secara optimal tanpa membuang banyak energi tubuh.
**Manfaat Batuk Efektif:**
- Membersihkan jalan napas dari dahak yang menyumbat.
- Mencegah...
Batuk Efektif adalah metode batuk terstruktur yang dirancang medis untuk membantu pasien mengeluarkan dahak/lendir kental di saluran pernapasan secara optimal tanpa membuang banyak energi tubuh.
**Manfaat Batuk Efektif:**
- Membersihkan jalan napas dari dahak yang menyumbat.
- Mencegah timbulnya infeksi paru-paru (Pneumonia).
- Menghemat energi pasien dan mencegah lelah berlebih.
- Membantu pengeluaran sampel dahak berkualitas untuk tes TBC/laboratorium.
**Langkah-Langkah Batuk Efektif:**
1. **Duduk Tegak:** Duduk di kursi dengan lurus, kaki menapak lantai, dan badan sedikit condong ke depan.
2. **Napas Dalam:** Tarik napas dalam melalui hidung (hitung 1-2-3), lalu hembuskan perlahan melalui mulut yang agak menguncup (*pursed lips*). Ulangi 2 kali.
3. **Batukkan:** Pada tarikan napas ketiga, tahan napas 2 detik, kencangkan otot perut, dan batukkan dengan kuat **2 kali berturut-turut** dari dada.
4. Tampung dahak pada wadah tertutup yang diisi cairan sabun/disinfektan dan cuci tangan setelahnya.
Mencuci tangan merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran infeksi dan penyakit. Gunakan air mengalir dan sabun selama 40–60 detik, atau cairan *handrub* berbasis alkohol selama 20–30 detik.
**6 Langkah Cuci Tangan WHO:**
1. **Ratakan:** Tuang sabun/cairan dan gosokkan pada kedua...
Mencuci tangan merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran infeksi dan penyakit. Gunakan air mengalir dan sabun selama 40–60 detik, atau cairan *handrub* berbasis alkohol selama 20–30 detik.
**6 Langkah Cuci Tangan WHO:**
1. **Ratakan:** Tuang sabun/cairan dan gosokkan pada kedua telapak tangan.
2. **Punggung Tangan:** Gosok punggung tangan kanan dengan telapak kiri secara bergantian.
3. **Sela-Sela Jari:** Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih.
4. **Kunci Jari:** Gosok punggung jari pada telapak tangan dengan posisi jari saling mengunci.
5. **Ibu Jari:** Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan, dan sebaliknya.
6. **Ujung Jari:** Gosokkan ujung jari/kuku kanan berputar pada telapak tangan kiri, dan sebaliknya.
**5 Momen Penting Cuci Tangan:**
- Sebelum menyentuh pasien/makanan.
- Sebelum melakukan tindakan aseptik.
- Setelah terkena cairan tubuh pasien.
- Setelah menyentuh pasien.
- Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien.